Part 1
Sinar mentari menyeruak, mengingatkan para ayam jago untuk berkokok. Mentari menujukan keramahannya pada bumi. Di tempat yang tersembunyi, aku mencoba membuka mataku. Otakku mulai memberi perintah pada setiap syaraf di tubuh ini.
Hari ini hari Sabtu, tertulis 8 September 2012. Kumulai dengan aktifitas anak remaja yang duduk dibangku SMA kelas 2. Mandi, mengeringkan tubuh dengan handuk, menyantap hidangan yang telah tersaji diatas meja makan. Selanjutnya mengenakan atribut sekolah. Waktu menunjukan pukul 06.40. Aku mendengar sebuah melodi yang tidak disukai oleh para anak, omelan seorang ibu. Tak ingin mendengar lebih, aku mulai melarikan diri dari rumah. Tentu saja menuju sekolah. Saat ini aku bersama kakak perempuanku, itu karena aku berangkat bersama dengannya. Setibanya di sekolah, aku segera berlari menuju kelasku. Terdengar bunyi bel tanda pelajaran dimulai. Saat pelajaran bahasa Indonesia dimulai, guru yang ternama Bu Endahpun berbicara. Tak mau dianggap sebagai anak durhaka, aku dan teman-teman membantunya berbicara. Selalu dengan cara kami, aku berbicara dengan teman sebangkuku, Eka. Begitu pula dengan yang lainnya. 90 menit itu masih terasa normal bagiku. Lanjut pada pelajaran berikutnya Matematika. Terdengar tidak begitu menyeremkan, karena saat itu kami dibimbing oleh mahasiswa yang sedang berlatih untuk menjadi seorang pendidik yang berkualitas di negeriku, Indonesia. Masih ada dua pelajaran yang harus aku hadapi hari ini. Saat itu, terpikir dibenakku 'hari ini berlalu sangat lama'. Sepulang dari sekolah, aku segera menuju ke kelas bawah yang digunakan untuk kegiatan ekstrakulikuler theater. Setelah aku menyelesaikan kelas theater, aku menuju parkiran depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar